Tugas Minggu 8 Mengenai Teori tentang pola manajemen yang diterapkan dalam koperasi.
MAKALAH EKONOMI KOPERASI
MENGENAI TEORI TENTANG POLA
MANAJEMEN YANG DITERAPKAN DI KOPERASI
MINGGU 8
Dosen : Tedy Ardiansyah SE, AS, MM
Disusun Oleh :
Nama : Neni Pujianti
NPM : 15216384
Kelas : 3EA27
PROGAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018
Kata Pengantar
Puji syukur saya panjatkan kehadirat
Allah SWT atas limpahan rahmat dan kasih‐Nya, atas anugerah hidup dan kesehatan
yang telah kami terima, serta petunjuk‐Nya sehingga kami diberikan kemampuan
dan kemudahan dalam penyusunan Makalah Mengenai Teori tentang pola manajemen
yang diterapkan dalam koperasi.
Kami menyadari bahwa makalah ini
masih belum cukup baik, kami menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat
dalam makalah ini. kami juga menyadari bahwa kami masih banyak mempunyai
keterbatasan pengetahuan dalam materi, sehingga menjadikan keterbatasan bagi
saya pula untuk memberikan penjelasan yang lebih dalam tentang masalah ini,
oleh karena itu saran dan kritik yang membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan karya tulis ini.
Akhir kata, saya mohon maaf
sebesar-besarnya bila terdapat kekurangan dan kesalahan. semoga makalah ini
membawa manfaat bagi kita dan juga dapat menambah pengetahuan kita agar dapat
lebih luas lagi.
Bekasi, 29 Desember 2018
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Manajemen merupakan
salah satu bagian penting dari organisasi koperasi. Berhasil tidaknya suatu
koperasi sangat tergantung padamutu dan kerja dalam bidang manajemennya.
Manajemen merupakan kebutuhan mutlak bagi setap organisasi. Sebagaimana
diketahui, hakikat manajemen adalah mencapai tujuan melalui tangan orang lain.
Pencapaian tujuan melalui tangan orang lain itu
dilakukan oleh manajemen dengan melakukan dan melaksanakn fungsi-fungsi
manajemen yaitu fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan
pengawasan. dengan demikian, keberhasilan manajemen sebuah organisiasi akan
sangat tergantung pada pelaksanaan masing-masing fungsi tersebut.
Walaupun
tingkat kerumitan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen beragam antar satu
organisasi dengan organisasi lainnya, namun tidak ada organisasi yang ingin
mencapai tujuannya secara efektif, dan dapat mengelak dari keharusan
melaksanakan fungsi-fungsi etrsebut.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apakah
Pengertian Manajemen dan Perangkat Organisasi?
2. Bagaimanakah
Rapat Anggota koperasi?
3. Bagaimana
Pengurus Koperasi?
4. Bagaimana
Pengawasan Koperasi?
5. Apakah
pengertian Manajer?
1.3 TUJUAN
1. Untuk
mengetahui Pengertian Manajemen dan Perangkat Organisasi.
2. Untuk
mengetahui Rapat Anggota Koperasi.
3. Untuk
mengetahui Pengurus Koperasi.
4. Untuk
mengetahui Pengawasan Koperasi.
5. Untuk
mengetahui Pengertian Manajer.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Manajemen dan Perangkat Organisasi
Definisi manajemen menurut stoner adalah suatu proses perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota
organisasi dan penggunaan sumberdaya-sumberdaya organisasi lainnya agar
mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Sedangkan organisasi adalah
sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu
kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut UU No.25/1992 yang
termasuk perangkat organisasi koperasi adalah:
a.
Rapat Anggota.
b. Pengurus.
c.
Pengawas.
Anggota secara keseluruhan
menjalankan manajemen dalam suatu rapat anggota dengan menetapkan :
a. Anggaran dasar
b. Kebijakan umum serta pelaksanaan keputusan koperasi.
c. Pemilihan/Pengangkatan/Pemberhentian pengurus dan pengawas.
d. Rencana Kerja, pertanggung jawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya.
e. Pembagian SHU.
f. Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi.
2.2 Rapat Anggota
Rapat Anggota merupakan forum tertinggi
koperasi yang dihadiri oleh anggota sebagai pemilik. Wewenang Rapat Anggota
diantaranya adalah menetapkan:
a. AD/ART
b. Kebijakan Umum Organisasi, Manajemen, dan usaha
koperasi
c. Memilih, mengangkat, memberhantikan pengurus dan
pengawas.
d. RGBPK dan RAPBK
e. Pengesahan pertanggung jawaban pengurus pengawas.
f. Amalgamasi dan pembubaran koperasi
Rapat Anggota bisa dilakukan RAT, RAK
dan RALB. Secara umumRA dianggap sah apabila dihadiri oleh lebih dari setengah
jumlah anggta, tetapi untuk beberapa kasus jumlah ini bisa disesuaikan
dengan AD/ART Koperasi.
2.3 Pengurus Koperasi
Pengurus koperasi adalah pemegang
kuasa RA untuk mengelola koperasi, artinya pengurus hanya boleh melakukan
segala macam kresi manajemen yang tidak keluar dari koridor keputusan RA.
Pengurus merupakan pimpinan kolektif tidak berdiri sendiri dengan
pertangungjawaban bersama. Biasanya pengurus yang tetrdiri atas beberapa
anggota pengurus.
2.4 Pengawas Koperasi
Pengawas dipilh oleh RA untuk mengawasi
pelaksanaan keputusan RAT dan juga idiologi. Tugas pengawas tidak untuk
mencari-cari kesalahan tetapi untuk menjaga agar kegiatan yang dilakukan oleh
koperasi sesuai dengan idiologi, AD/ART koperasi dan keputusan RA.
Tugas, kewajiban dan wewenang
pengawas koperasi sebagai berikut:
1.
Pengawas koperasi berwenang dan bertugas melakukan
pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan organisasi.
2.
Pengawas wajib membuat laporan tentang hasil
kepengawasanya dan merahasiakan hasil laporanya kepada pihak ketiga
3.
Pengawas koperasi meneliti catatan
dan fisik yang ada dikoperasi dan mendapatkan keterangan yang diperlukan.
2.5 Manajer
Manajer adalah seseorang yang
mengarahkan orang lain dan bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Pemimpin
adalah mereka yang menggunakan wewenag formal untuk mengorganisasi, mengarahkan
dan mengontrol para bawahan yang bertanggungjawab, supaya semua bagian pekerjaan
dikoordinasi untuk mencapai tujuan perusahaan (Robert Tanembaum).
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Koperasi
adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badanhukum yang berlandaskan
pada asas kekeluargaan dan demokrasiekonomi. Jadi, koperasi mempunyai peran dan
manfaat yang sangat penting bagi masyarakat karena koperasi dapat membantu
meringankan beban masyakat dengan meberikan pinjaman modal dan koperasi menjual
produknya dengan harga yang relatif lebih murah. Sehingga masyarakatmerasa
terbantu dengan adanya koperasi.
Manajemen merupakan salah satu bagian penting dari organisasi koperasi.
Berhasil tidaknya suatu koperasi sangat tergantung padamutu dan kerja dalam
bidang manajemennya. Manajemen merupakan kebutuhan mutlak bagi setap
organisasi. Sebagaimana diketahui, hakikat manajemen adalah mencapai tujuan
melalui tangan orang lain.
Daftar
Pustaka
Komentar
Posting Komentar